Desain model pembelajaran disrupsi inovasi melalui IoT, Augmented Reality dan bentuk-bentuk pembelajaran digital lainnya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Hari ini kita akan mereview mengenai Desain model pembelajaran disrupsi inovasi melalui IoT, Augmented Reality dan bentuk-bentuk pembelajaran digital lainnya

Untuk lebih jelasnya mari kita saksikan video berikut ini:



Pendidikan dan pembelajaran di Indonesia terus berkembang dari waktu ke waktu. Pesatnya perkembangan informasi dan teknologi juga berimbas ke dunia Pendidikan. Sebagai seorang guru kita harus dapat mengimplikasikan teknologi ke dalam pembelajaran kita dikelas. Salah satu caranya adalah dengan Desain model pembelajaran disrupsi inovasi melalui IoT, Augmented Reality dan bentuk-bentuk pembelajaran digital lainnya.


Disrupsi Inovasi merupakan inovasi-inovasi dalam pembelajaran dimana sesuatu yang sulit akan diproyeksikan dengan mudah melalui teknologi, sehingga pembelajaran menjadi lebih mudah dan Peserta Didik mendapat pengalaman Pembelajaran yang lebih bermakna.


Desain model pembelajaran disrupsi inovasi melalui IoT, Augmented Reality dan bentuk-bentuk pembelajaran digital lainnya dapat memudahkan guru dalam mengembangkan pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Desain model pembelajaran disrupsi inovasi melalui IoT, Augmented Reality dan bentuk-bentuk pembelajaran digital lainnya ini juga sejalan dengan teori belajar Sibermetik yang mengatakan bahwa pembelajaran harus berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi.

Contoh Media Pembelajaran berbasis digital antara lain sebagai berikut:

  • E-learning
  • Open Source
  • Podcast
  • Augmentasi Reality (AR)
  • Virtual Reality (VR)
Berikut beberapa Inovasi Model Pembelajaran berbasis digital yang dapat kita terapkan
  • Blended Learning
  • Cloud Learning
  • Hybrid Learning

Banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari pembelajaran digital ini antara lain sebagai berikut:

  1. Memudahkan guru dan Peserta didik mencari informasi dan sumber belajar yang relevan
  2. Memudahkan Guru dalam memanejemen tugas peserta didik
  3. Pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien
  4. Dapat digunakan jarak jauh sehingga pembelajaran dapat tetap berlangsung meskipun terpisah jarak dan waktu
  5. Membuat peserta didik menjadi lebih mandiri dan berpikir kritis dalam menanggapi isu-isu yang ada.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gambaran Umum Bahan Kajian Konsep dasar evaluasi, ruang lingkup evaluasi pembelajaran, dan model-model evaluasi

Cooperative Learning

Evaluasi Hasil Belajar Ranah Kogntif, Ranah Afektif, dan Psikomotor bidang sains pada pembelajaran sinkronisasi dan asinkronisasi