Model Pembelajaran Sains Berbasis Disrupsi Inovasi
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Jalan-jalan Bersama Lili
Di Jalan bertemu Nana
Saya Punya kabar baik sekali
Bagaimana Kabar sahabat semua
Hallo sahabat baca semua, semoga dimanapun sahabat baca berada, sahabat baca selalu sehat dan diberikan kemudahan dalam menjalankan aktivitas kesehariannnya.
Pada kesempatan ini saya akan membagikan hasil diskusi saya dengan Guru-guru yang sangat luar biasa antara lain sebagai berikut:
1. Kamisah (P2A523001)
2. Hera Puspita Sari (P2A523004)
3. Atika Putri (P2A523008)
4. Titien Suprihatin (P2A523023)
5. Riski Kurnia Dari (P2A523024)
Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang inovatif, yang memperhatikan karakteristik dan kebutuhan siswa dan berpusat pada peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru untuk membuat pembelajaran yang berkualitas dan mampu meningkatkan kemampuan dan kompetensi Peserta Didik adalah dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Disrupsi Inovasi.
Berikut hasil diskusi kami, selamat menikmati
Berdasarkan hasil diskusi kelompok kami memilih Pembelajaran Kolaboratif Model Pembelajaran Projek Based Learning (PJBL)
Kenapa kelompok kami memilih Pembelajaran Kolaboratif Model Pembelajaran Projek Based Learning (PJBL)?
Alasannya karena penerapan Kurikulum di Sekolah sekarang sudah menggunakan Kurikulum Merdeka, yang mana dalam Kurikulum Merdeka ada materi Intrakurikululer dan Kokurikuler (dalam penerapan Kokurikuler lebih ditekankan kepada Projek, dalam setiap mana Pelajaran 30 % materi Projek yang siswa di tuntuk untuk menciptakan keterampilan abad 21 seperti berfikir Kritis, Kolaborasi, Komunikasi, dan kreatif, dalam model pembelajaran PJBL semua sudah termasuk dalam pembelajaran abad 21.
Adapun Sintak PjBL adalah sebagai berikut:
1. Menentukan pertanyaan dasar
2. Membuat desain proyek
3. Menyusun penjadwalan
4. Memonitor kemajuan proyek
5. Penilaian hasil
6. Evaluasi pengalaman
Peran Guru dalam Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran Projek Based Learning (PJBL)
1. Guru sebagai Motivator, Fasilitator, Pendukung dan Membimbing Peserta Didik dalam setiap tahapan Proses Belajar.
2. Guru juga berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan berpihak pada ekosistem Pembelajaran
3. Guru berperan dalam mengelola waktu dan membantu Peserta Didik dalam mengatasi Permasalahan Belajar yang dihadapi Peserta Didik
Adanya Kolaborasi antara Peserta Didik dan Guru dalam Pembelajaran dapat meningkatkan kualitas Pembelajaran dan Pendidikan.
Berikut Implementasi Praktek Baik Penerapan Model Pembelajaran Projek Based Learning (PJBL)
Kelebihan PjBL:
1. Pembelajaran yang relevan: PjBL memungkinkan siswa untuk belajar melalui proyek atau tugas yang nyata dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan siswa dapat melihat keterkaitan antara apa yang mereka pelajari dengan dunia nyata.
2. Peningkatan keterampilan: Dalam PjBL, siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan berbagai keterampilan, seperti keterampilan kolaborasi, pemecahan masalah, komunikasi, dan kreativitas. Mereka juga dapat belajar mandiri dan mengambil tanggung jawab atas proyek mereka sendiri.
3. Motivasi yang tinggi: Melalui PjBL, siswa memiliki kontrol lebih besar atas proses belajar mereka. Mereka memiliki kebebasan untuk memilih topik proyek, merencanakan dan melaksanakan tugas, serta menentukan cara mereka menyelesaikan proyek tersebut. Hal ini dapat meningkatkan motivasi intrinsik siswa karena mereka merasa memiliki kepemilikan atas belajar mereka.
4. Pembelajaran kolaboratif: PjBL mendorong siswa untuk bekerja sama dalam tim. Mereka belajar untuk berkolaborasi, mendengarkan pendapat orang lain, dan menghargai kontribusi setiap anggota tim. Ini membantu mengembangkan keterampilan sosial dan kemampuan bekerja dalam kelompok.
Kekurangan PjBL:
1. Waktu yang dibutuhkan: Implementasi PjBL membutuhkan waktu yang lebih lama daripada metode pembelajaran tradisional. Siswa perlu waktu untuk merencanakan, melaksanakan, dan menyelesaikan proyek mereka. Ini dapat menjadi tantangan jika ada batasan waktu yang ketat dalam kurikulum.
2. Pengawasan yang intensif: PjBL membutuhkan pengawasan yang intensif dari guru. Guru perlu memastikan bahwa siswa memahami tujuan pembelajaran, memberikan bimbingan dan dukungan selama proses belajar, serta mengevaluasi hasil proyek. Ini membutuhkan waktu dan upaya ekstra dari guru.
3. Kesulitan dalam penilaian: Penilaian dalam PjBL dapat menjadi lebih kompleks daripada metode pembelajaran tradisional. Guru perlu menilai berbagai aspek, seperti kolaborasi, pemecahan masalah, dan kreativitas, bukan hanya pengetahuan akademik. Ini dapat memerlukan penilaian yang lebih subjektif dan membutuhkan keterampilan penilaian yang lebih mendalam.
Dalam kesempatan ini juga kami membahas mengenai Pembelajaran Kooperatif, Pembelajaran Quantum dan Pembelajaran Kolaborasi
Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran Kooperatif adalah Proses kegiatan belajar mengajar yang cara di bagi-bagi kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
Kelebihan
1. Siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan
2. Siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki suatu masalah
3. Siswa belajar untuk menjadi pemimpin pembelajaran
Kekurangan
1. Membutuhkan fasilitas yang lengkap
2. Dengan adanya kelompok, memungkinkan siswa dalam kelompok tidak akfit
3. Guru membutuhkan persiapan yang mayang untuk mengajar
Pembelajaran Quantum
Model pembelajaran quantum adalah cara dan usaha belajar yang dikaitkan dengan unsur seni, kemampuan individu, lingkungan belajar sehingga kegiatan proses belajar mengajar lebih menyenangkan dan bermakna. Pembelajaran Quantum lebih mengutamakan kenyamanan siswa dalam proses belajar.
Kelebihan
1. Dapat meningkatkan motivasi siswa
2. Siswa percaya atas kemampuan yang dimiliki
3. Dapat menigkatkan hasil belajar karena di dukung dengan kenyamanan siswa dalam belajar
Kekurangan
1. Membutuhkan waktu yang lama untuk menumbuhkan motivasi siswa
2. Membutuhkan pengalaman yang nyata
3. Guru kesulitan untuk mengidentifikasi keterampilan siswa
Pembelajaran Kolaboratif
Pembelajaran kolaboratif adalah pembelajaran yang lebih dari satu orang yang secara bersama-sama untuk belajar dan mengembakan keterampilan.
Kelebihan
1. Siswa saling bekerja sama, saling bertukar pikiran dan pengalaman.
2. Penilaian siswa ada penilaian individu dan ada penilaian kelompok
3. Siswa yang belum bisa mampu memahami pelajaran bisa di bantu dengan teman sebaya.
Kekurangan
1. Memerlukan waktu yang lama, sehingga pembelajran menjadi tidak efektif
2. Dalam kerja kelompok, terdapat siswa yang memungkinkan membuat masalah
3. Terdapat siswa yang tidak aktif dalam kelompok.
Komentar
Posting Komentar